2 Komentar

What Women Want

Karena wanita ingin di mengerti
Lewat tutur lembut dan laku agung
Karena wanita ingin di mengerti
Manjakan dia dengan kasih sayang
Ya, karena wanita ingin dimengerti. Sepenggal lirik lagu dari Ada Band mengusik telingaku. Sayup-sayup memang terdengar tapi cukup dalam untuk direnungkan.
Karena ternyata untuk megerti wanita itu tidaklah sulit. Dan wanita bukanlah makhluk yang rumit. Setiap wanita pastilah mendambakan pasangan yang shalih. Apalagi jika ditambah dengan sifat romantis, penyayang, penyabar, ringan tangan dan perhatian, tentu makin diimpikan (karena sangat langka dan semakin susah didapatkan). Ada yang beruntung mendapat suami penyabar,tapi kurang perhatian. Ada yang suaminya ahli ilmu dan rajin ibadah, sayang pemarah dan kurang sabaran, dan seribu satu macam kasus lainnya.
So, apa sih yang diinginkan wanita? Sebagaimana fitrahnya, wanita adalah makhluk perasa, dia lebih dominan dalam menggunakan perasaan daripada akalnya. Hal ini menuntut konsekuensi lebih bagi suami, untuk lebih dapat mengontrol semua ucapan dan tingkah laku di hadapan istrinya.
Sebagai contoh kecil, bila seorang istri yang bertanya, “Mas, gimana masakan saya?” Jika memang enak, mudah saja bagi suami untuk berkata bahwa rasanya enak, habis perkara. Tapi tidak sesederhana itu bagi sang istri. Bagaimana sikap, mimik wajah serta intonasi suara suami saat menjawab, akan sangat mempengaruhi bagaimana perasaannya dalam menyikapi dan ‘membalas’ jawaban suami tersebut. Antara jawaban datar, “Enak”, atau ditambah pujian “Enak banget, seneng aku punya istri pinter masak,” atau seakan-akan memuji, padahal menyindir, “Wah,enak banget, beli dimana?” tentu masing-masing punya efek berbeda di hati sang istri. Jawaban pertama biasa saja, kedua bisa membuatnya bahagia dan berbunga-bunga, yang ketiga, pasti melukai hatinya.
Tak perlu berlebihan, sekedar membantu mengangkat jemuran, meski hanya sesekali, atau sedikit memuji, menanyakan keadaannya meski tak tiap hari, sudah lebih dari cukup sebagai penyegar batin sang istri yang sangat rentan terhadap kejenuhan, kelelahan, dan bahkan frustasi menjalani rutinitasnya sebagai istri sekaligus ibu rumah tangga.
Sungguh tidak menyenangkan bagi seorang istri yang sudah capek dan repot mengurus pekerjaan rumah, tiap hari hanya dicuekin suami, dianggap bahwa itu adalah tugas dan kewajibannya sebagai seorang istri. Bisa jadi hatinya terluka karena merasa tidak dihargai dan diperhatikan. Melayani suami dan keluarga adalah memang tugas istri, tapi rutinitas yang tinggi dan kejenuhan yang merayap diam-diam akan mengikis rasa cinta dan pengabdianya kepada keluarga, apabila tidak diimbangai dengan penghargaan dan motivasi dari luar dirinya. Jika selalu perlakuan yang demikian tiap hari, perasaan lelah dan terabaikan terakumulasi menjadi bibit-bibit kebencian dan prasangka buruk, jangan-jangan suami sudah tidak peduli lagi dengan cinta, pengabdian dan pengorbanannya selama ini? Bila prasangka dan luka hati itu sudah mengendap di hati istri, jangan berharap ia mau bersusah-susah untuk melakukan semuanya dengan ikhlas. Dia akan melakukan seperti perlakuan apa yang dia dapatkan.
Akhir dari kurangnya perhatian dan penghargaan dari salah satu pihak ini bisa berakibat fatal. Dari beberapa analisa munculnya kasus perselingkuhan, pemicunya banyak disebabkan karena tidak adanya komunikasi efektif antara suami istri, egoisme yang diperturutkan, dan dominasi dari satu pihak terhadap pihak lain. Penemuan Debbie Layton-Tholl tentang penyebab perselingkuhan dan perceraian, dari sepuluh faktor yang dikemukakan hampir 80 % disebabkan faktor non-materi, atau gagalnya suami istri membangun rasa saling percaya, tidak saling menghargai, yang berakhir pada memudarnya rasa saling setia.
Karena itu, sebuah keluarga akan mengalami banyak masalah bila suami atau istri terlalu gengsi dan egois untuk memberikan perhatian dan penghargaan pada pasangannya. Jelas, lingkup perhatian di sini bukan hanya dari segi materi dan kebutuhan hidup sehari-hari, di dalamnya tercakup pula perhatian secara kejiwaan baik berupa ungkapan kasih sayang, pujian yang tulus, ataupun saling membantu menyelesaikan suatu pekerjaan.
Sebagai seorang wanita, sebenarnya yang diinginkan wanita itu tidak neko-neko alias sederhana:
1. Peduli pada penampilan dan kebersihan dirinya
Kebanyakan suami menghabiskan waktu untuk mencari nafkah. Sebagian besar dari mereka biasanya bekerja diluaran. Hal ini mungkin yang membuat para suami cenderung kurang fokus pada penampilan mereka, terutama saat bersama istri di rumah. Mungkin para suami sering mempermasalahkan daster yang sudah pudar warnanya dengan beberapa ventilasi yang dipakai istrinya ketika di rumah. Tetapi tahukah suami bahwa para istri juga sering mengeluhkan sarung atau celana pendek dan kaos oblong (yang sama-sama pudar warnanya) yang mendominasi penampilan para bapak di rumah? Seperti halnya para suami yang ingin istrinya tampil cantik untuknya maka para istri pun sama yaitu ingin suaminya tampil tampan dan bersih untuk mereka. Bukankah Nabi Muhammad SAW juga selalu menggunakan siwak jika pulang ke rumah dan beliau menyukai wangi-wangian.
2. Memanggil istri dengan panggilan kesayangan.
Istri sebagai wanita sangat menyukai bila mendapat perhatian dari suami. Salah satu cara real yang bisa dilakukan suami adalah menggunakan panggilan kesayangan untuk istri yang tentu saja harus dia sukai dan jangan menggunakan nama panggilan yang bisa melukai perasaan. Tapi terkadang suami gengsi untuk memanggil istrinya dengan panggilan indah. Mereka lebih menyukai memanggil istrinya dengan panggilan yang aneh, yang pada awalnya hanya berupa ‘guyonan’. Tapi kalau keseringan terucap akan sangat melukai hatinya. Karena wanita lebih mengandalkan mood dan perasaannya. Bukankah Nabi Muhammad SAW juga memberi nama kesayangan untuk istri-istrinya?
3. Tidak menunda untuk memberikan perhatian.
Diharapkan kepada para suami untuk tidak cuek terhadap istrinya, dan membiarkan istrinya seharian penuh bergelut dengan rutinitas dan kebosanan dan hanya memberi perhatian ketika istrinya meminta atau bahkan saat istri sudah menangis. Mencintai anak adalah naluri setiap orang tua. Tapi jika menunjukkan kasih sayang dan perhatian hanya pada anak adalah tidak adil. Anak akan mencari kehidupan mereka sendiri ketika mereka beranjak dewasa. Tapi dengan pasangan? Kita akan menghabiskan the rest of our life dengan mereka. So, mulailah memberi perhatian kepada istri.
4. Bersabar menanggapi kekurangan istri.
Seperti itulah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW ketika beliau melihat sesuatu yang tidak cocok pada istri-istrinya, beliau akan menanggapinya dengan tersenyum dan bersabar dan mencoba untuk diam dan tidak mengeluarkan komentar.
5. Tersenyum dengan tulus untuk istri.
Senyum adalah yang sangat sederhana namun membawa pengaruh besar dalam kebahagiaan rumah tangga. Maka tidak ada salahnya jika suami merajinkan diri untuk tersenyum di depan istri dengan senyuman kasih sayang yang tulus.
6. Meminta maaf dan berterima kasih atas kebaikan yang telah dilakukan istri.

Sebenarnya sangat mudah dilakukan, tapi hal ini sering kali dilewatkan oleh para suami (gengsi mungkin). Mengucapkan kata ” terimakasih” berarti secara tidak langsung seorang suami merasa sangat menghargai dan istri akan merasa sangat dihargai atas semua hal yang telah dilakukannya.
7. Menanyakan hal hal yang menyenangkan istri
Menyenangkan istri? kenapa tidak. Wanita suka sekali dimanjakan, dan dari pada suami menebak sendiri apa yang bisa menyenangkan istri, lebih baik tanyakan langsung kepadanya, sebagi bukti keperdulian dan kasih sayang dan perhatian.
8. Peduli pada apa yang diharapkan istri.
Nabi Muhammad SAW mencontohkan ketika Safiyyah RA menangis karena beliau menempatkan dia di onta yang lambat jalannya. Lalu beliau sapu air matanya, menghibur dia dan membawakan onta untuknya.Beliau selalu membuat istri istrinya nyaman. Seorang istri sangat mengharapkan suami yang bersemangat ketika istri mereka meminta sesuatu. Dan semoga para suami tidak sungkan-sungkan untuk membelai punggung istrinya, setelah seharian mengurus rumah, sambil bertukar cerita tentang pengalaman ketika seharian berpisah. Perlu juga bersikap romatis dengan menyatakan kerinduan dan cintanya pada sang istri. Murah dan membuat istri semakin nyaman dan ikhlas melayani suami dan keluarga.
9. Bercanda dan bermain dengan istri
Nabi Muhammad SAW pernah melakukan balap lari dengan Siti Aisyah RA di gurun. mungkin ada kalanya suami harus bertanya pada diri sendiri, kapan terakhir kali bercanda dan bermain dengan istri kita seperti halnya yang pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.
10. “Sebaik-baik di antara kamu adalah yang paling baik pada keluarganya dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku.”
Begitulah nasehat yang diberikan Nabi Muhammad SAW. Istri menginginginkan suami yang lembut saat bersama, tak perduli seberapa kuatnya suami diluaran. Dan untuk para suami, Cobalah selalu menjadi yang terbaik.
(dari beberapa sumber)

2 comments on “What Women Want

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: