Tinggalkan komentar

Arisan…. ke Model Koperasi? Bisa!

Alhamdulillah. Arisan periode 2 tahunan dah berakhir. Bisa bernafas lega. Sebenernya aku nggak terlalu hobi arisan. Selain suka lupa bayar (he…he…he…), dapatnya hampir selalu belakangan. (Dari pengalaman sekian kali ikut arisan, 90% dapat nomor bontot) Tapi kalau aku nggak ikutan, hampir dipastikan jarang ketemu ibu-ibu tetangga. Yah untuk menjaga tali silaturahmi.

Terpikir untuk diubah saja ke koperasi. Iseng-iseng aku lontarkan ke teman-teman. Ibu-ibu yang punya pergaulan dan pendidikan memadai sangat antusias. Tapi ada beberapa rekan yang mungkin belum paham cara kerjanya. Karena aku tinggal di pemukiman penduduk, bukan di komplek perumahan, maka hal seperti itu sudah terpikirkan sebelumnya.

Iseng-iseng aku googling prosedur pendirian koperasi. Ternyata cukup ribet ya. Berikut cuplikannya:

Syarat Pendirian :
1. Nama -> persiapkan nama yg unik dan mudah diingat
2. Domisili -> letak kantor utama mau dimana?
3. Jenis usaha

Syarat Administrasi :
1. Akta pendirian
2. Berita acara pendirian yg ditandatangani oleh ketua rapat dan sekretaris rapat
3. Daftar hadir peserta rapat yang ditandatangani oleh semua peserta
4. Surat kuasa untuk menghadap Notaris
5. Copy KTP para pendiri (minimal 20 anggota)
6. Surat bukti setor (tersedianya modal)
7. Susunan Pengurus dan Pengawas
8. Rencana kegiatan usaha koperasi minimal 3 tahun ke depan
9. Untuk Primer Koperasi Umum
a. Tingkat Kabupaten/Propinsi, minimal modal pendirian Rp 15.000.000,-
b. Tingkat Nasional, minimal modal pendirian Rp 100.000.000,-
10. Untuk Koperasi Simpan Pinjam, minimal modal Rp 150.000.000,-
11. Semua Pengurus dan Pengawas harus membuat :
a. SKKB dari kepolisian setempat
b. Daftar riwayat hidup
c. Daftar inventaris kantor
Note :
a. Bila semua KTP para Pendiri berdomisili sama, pengesahan cukup di Dinas Koperasi tingkat kabupaten
b. Bila semua KTP para pendiri, tidak sama domisilinya, pengesahan harus ke Dinas Koperasi Pusat

Adapun legalisasi proses mencakup pemenuhan dokumen berikut : akta/pengesahan, domisili, NPWP, SIUP, TDP.

Oalah… lha wong syarat yang mau jadi pengurus aja yang bersedia tidak dibayar, kok syarat pendiriannya macem2. Memang sih untuk melindungi kepentingan semua anggota. Tapi kalo arisannya menjiplak cara kerja koperasi? Insyaallah bisa. Asalkan pengurus dan semua yang terlibat bisa amanah. Mudah-mudahan bisa ya ibu-ibu.

Nanti aku posting lagi kegiatan kami.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: