Tinggalkan komentar

Pentingnya Kata Maaf

Pagi tadi. Seperti biasa, saat-saat rush hour. Bergegas kupacu motorku dengan kedua anak menempel erat di punggungku. Waktu masih cukup pagi. Tapi jalanan di Cilegon sudah mulai dirayapi kemacetan. Tak urung akupun ikut berdesak-desakkan dengan pengguna jalan lain. Sudah biasa. Sampai disini semua cukup lancar. Namun kemudian seorang pelajar berseragam putih abu, berkendara nyelonong lalu di depanku. Masih cukup aman. Nah, ternyata temannya tidak kalah gak sopannya. Tanpa memberi sign atau tengok kanan kiri dulu, langsung ikut-ikutan memotong jalanku. Tak urung ku injak rem dalam-dalam. Hingga kedua roda depan kami berbenturan. Nyaris mendidih darah di ubun-ubunku. Apa jadinya kalau kami terjatuh? Bagaimana dengan anak-anak? Tapi seketika aku luruh karena pelajar tadi spontan mengucapkan kata “maaf”.

Amplop itu sudah aku rapikan dengan serapi-rapinya. Rencananya laporan diseminasi itu akan aku kirimkan segera setelah mendapat tanda tangan kepsek. Namun ketika aku kembali ke meja tempat aku meletakkan amplop tersebut, dia basah terkena bekas tumpahan air minum kolega (yang aku tahu dia gak sengaja). Ada yang terlupa, dia cuma bilang “Basah ya? Coba diangin-angin dulu.” (Sambil nyengir tanpa dosa lagi!) Gubrakkk! Padahal itu cetakkannya jadi luntur kemana-mana. Mungkin harapanku aja yang ketinggian. Atau dia tidak punya empati? Sedikit kata maaf yang tulus mungkin bisa mengobati rasa kecewa.

Sengaja aku simpan kembalian yang aku dapatkan dari loket di kantor pos tempatku biasa membayar segala macam rekening tiap bulan. Lembaran uang lima ribuan itu sedikit robek di pinggirnya. (kode uang tersebut ikut tersobek sedikit) Dan memang para penjual tidak mau menerima uang tersebut dengan alasan cacat. Hingga waktu aku kembali membayar tetek bengek seperti biasa di kantor pos yang sama, di loket yang sama, aku sempatkan untuk menanyakan perihal uang yang cacat tersebut. “Salah ibu sendiri. Kenapa tidak di cek dulu uangnya!” Gubrak-gubrak!!! Aku pikir sedikit kata maaf yang santun bisa membuat aku lebih menyadari bahwa aku kurang teliti.

Itulah pentingnya kata maaf. Merubah sesuatu yang kusut menjadi lebih baik. Akan lebih baik apabila kita mengajarkan arti maaf itu kepada lingkungan kita lebih dini. Seandainya tidak pernah ada ucapan kata maaf pun, mudah-mudahan kita akan lebih mampu untuk memaafkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: