Tinggalkan komentar

Sudahkah Anda Mempunyai Kunci Sukses?

Ini quote yang selalu membuat saya yakin, bahwa untuk melakukan sesuatu kita tidak harus mahir terlebih dahulu.

“ Saya tidak bisa menari, tetapi saya akan tetap menari

Hanya karena saya tidak bisa menari, bukan berarti saya tidak akan menari. “

Saya tidak harus ahli dalam melakukan sesuatu untuk melakukan sesuatu tersebut, karena saya akan membangun keahlian tersebut dari melakukan sesuatu tersebut. “

( Mario Teguh, One Million 2nd Chances )

Bagi sebagian orang, berbisnis bisa jadi merupakan suatu hal yang mustahil. Bukan karena mereka tidak mau, bukan karena mereka tidak ingin, namun mustahil karena mereka betul-betul berfikir bahwa berbisnis adalah suatu hal yang mustahil.

Banyak orang bermimpi menjadi orang besar, memiliki banyak harta, kedudukan, pangkat, jabatan, bahkan bermimpi bisa menjelajahi segala penjuru dunia kapan pun ia mau. Tetapi hal tersebut hanya sebatas mimpi. Mimpi yang seakan tak akan pernah terwujud, bahkan sangat-sangat jauh mampu diraih, bukan karena ia tidak mau, tetapi karena ia berfikir bahwa hal ini hanya sebatas mimpi.

Siapa yang salah? Apakah salah jika kita memiliki mimpi? Banyak diantara kita yang membatasi kemampuan diri kita sendiri karena kita menciptakan dinding-dinding pembatas psikis yang tentu hal tersebut menghambat perkembangan kemampuan kita secara fisik. Banyak diantara kita yang merasa tidak PD (Percaya Diri) justru ketika diberi kebebasan untuk berfikir, bertindak, untuk menghasilkan sesuatu yang terbaik.

Bisnis adalah bisnis. Bisnis bukanlah sebuah hal yang didapat karena anda merupakan anak keturunan konglomerat, pengusaha kaya, ataupun produk turunan lainnya. Anda hanya akan bisa sukses dalam berbisnis, ketika anda betul-betul mendalami apa yang ada didalamnya, totalitas didalamnya. Banyak orang sukses kita tahu bahwa mereka sukses dalam bisnisnya, karena mereka memang tekun, optimis, dan selalu menikmati segala proses yang ada didalamnya. Sebelum masa kejayaannya, tentu masa-masa sulit pernah dilaluinya. Segala hambatan, tantangan, bukan dimaknai sebagai sebuah rintangan, namun justru menjadi pemicu diri kita untuk dapat lulus dari ujian yang ada.

Hidup adalah putaran roda kehidupan. Jika saat ini kita sedang berjalan dalam keadaan menanjak, bergembiralah, yakinkan diri anda, bahwa didepan sana akan ada jalan turunan. Kita terlahir bukan sebagai seorang yang ahli, namun keahlian kita akan lahir dari kesungguhan kita dalam belajar, berproses dalam melakukan sesuatu, hingga kita menjadi ahli.

Jennie S. Bev, seorang konsultan, entrepreneur, penulis dan edukator di San Francisco Bay Area, dan juga merupakan salah seorang warga Indonesia yang “sukses” berkompetisi pada iklim ketat Amerika, beliau mengedepankan Sepuluh (10) Kepribadian Orang Sukses (baik dari segi keuangan dan prestasi) yang berdasarkan pada komunikasi dan pergaulannya dengan para billionaire dan beberapa pengusaha sukses lainnya.

1. Keberanian untuk berinisiatif.
2. Tepat waktu.
3. Tenang melayani dan memberi.
4. Membuka diri terlebih dahulu.
5. Senang bekerja sama dan membina hubungan baik.
6. Senang mempelajari hal-hal baru.
7. Jarang mengeluh, profesionalisme adalah yang paling utama.
8. Berani menanggung resiko.
9. Tidak menunjukkan kekhawatiran (berpikir positif setiap saat).

Setelah mempunyai mimpi dan tekad, segera wujudkan dengan memulai. Jalan dan jalan. Dari mana modalnya? Dimana tempat mulainya? Siapa pasarnya? Mulailah dari lingkaran terdekat dari diri kita.

So, stop dreaming, start driving!

InsyaAllah kita akan bertemu lagi dengan sharing artikel yang lain.

sumber: http://bisnisukm.com/10-kunci-sukses.html

 

Tinggalkan komentar

Andakah Wanita Seksi Itu?

Ada banyak hal yang juga jadi bahan pertimbangan kaum pria terhadap wanita, seksi itu tidak selalu di identikan dengan body yang bagus atau padat berisi buat kaum pria.

Berikut ini adalah ciri-cirinya :

*Percaya Diri dan Terbuka 
Wanita yang punya rasa percaya diri tinggi mempunyai daya tarik yang amat sangat dahsyat bagi kaum pria. Karena kepercayaan diri yang tinggi membuat wanita mempunyai sikap yang terbuka, sikap yang seperti inilah sangat menggairahkan kaum pria untuk mengenal lebih jauh.

*Menikmati Hidup 
Pria setuju bahwa wanita yang menikmati dan mencintai hidupnya punya hasrat ingin mencicipi hal-hal yang baru. Sikap seperti ini mengindikasikan wanita punya gairah bercinta yang ‘liar’.

*Badan yang Selalu Bugar 
Kaum Pria lebih bergairah bila melihat wanita yang terlihat natural, sehat dan bugar. Kaum pria ternyata juga senang bersama cewek yang merasa nyaman dengan bentuk dan ukuran tubuhnya, daripada cewek yang sibuk membuat tubuhnya jadi ‘perfect’.

*Terlihat Cerdas 
Pria sangat suka dengan wanita yang berwawasan luas. Buat pria akan menggairahkan bila wanita di ajak bicara tau tentang segala hal (termasuk sex) mereka akan terpancing untuk mengetahui lebih dalam.

*Mempunyai Bahasa Tubuh 
Bahasa tubuh kamu mengirimkan sinyal-sinyal tertentu ke cowok seperti cara berjalan, melirik, duduk bisa ‘bicara’ ke pria. Bagi pria ini bisa jadi isyarat kamu ‘mengundangnya’. jadi jangan ragu melempar senyum atau lirikan menggoda terhadap kaum pria.

*Punya ‘Harta’ Tersembunyi 
Ada beberapa tanda-tanda fisik pada wanita yang di sukai pria antara lain tahi lalat, gigi kelinci, tato bahkan suara cadel atau ‘harta’ lain yang kamu anggap sebagai ‘kekurangan’ malah membuat dia penasaran. Nggak percaya? tapi itulah kenyataan. Jadi, kekurangan tak selamanya harus ditutupi!!!!

Tinggalkan komentar

Panduan Memulai Bisnis On Line

Kangen juga rasanya karena lama ga nulis artikel. Ini cerita yang ingin aku share dengan siapapun yang mampir ke blog ini. Setelah mencicipi “manisnya” recehan dari internet, akhirnya aku memutuskan untuk melanjutkan bisnis sampingan ini sebagai penyaluran hobby. Beruntung aku ketemu dengan salah satu produk e book gratis, setelah googling ke sana ke mari, yang cukup bagus sebagai panduan buat aku yang bener-bener newbie.

Selain gratis, e book ini disusun dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Dan tidak cuma satu e book yang bisa didapatkan tapi 8 e book!!! Delapan e book??? Gratisss??? Mau???

Produk Gratis

Produk buatan Mas Misbah ini mulai dari Panduan Domain dan Hosting Untuk Pemula, Panduan Menginstall Wordpress Offline, GOOGLE ADSENSE Untuk Pemula, sampai bagaimana memasarkan produk-produk Amazone. Pokoknya lengkap dan mudah dipahami.

Pokoknya membaca e book ini pasti “terbakar” dech semangatnya.

Tinggalkan komentar

PRODUK

PRODUK untuk Kecantikan

Tinggalkan komentar

Toddler’s Story

Toddler’s Story.

Tinggalkan komentar

Menuntun Anak Menuju Surga

Anugerah dan Amanah

Anak merupakan anugerah terindah bagi orang tua. Banyak orang tua yang mengharapkannya tapi tak kunjung diberi, sementara banyak juga orang tua yang dengan mudah memperolehnya. Tapi, jangan pula merasa bangga dengan hadirnya anak, jika kita tak mampu membekalinya dengan pendidikan yang benar sesuai ajaran Islam. Karena, selain anugerah, anak juga merupakan amanah “berat” yang dititipkan Allah kepada orang tuanya, terlebih lagi di tengah-tengah merosotnya nilai-nilai etika, moral dan gencarnya serangan budaya serba boleh melalui berbagai media elektoronik yang tumbuh pesat, menjadikan tanggungjawab orang tua semakin berat.
Anak memang anugerah, bahkan di dalam al-Qur’an dikatakan sebagai perhiasan hidup, “Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia…” (QS. al-Kahfi : 46). Bayangkan, jika hidup kita tanpa perhiasan, semuanya akan terasa suram. Untuk itu kita patut bersyukur atas nikmat Allah yang dititipkannya melalui anak-anak kita.
Anak dititipkan kepada orang tuanya merupakan satu paket lengkap anugerah dan amanah untuk dipelihara, dididik dan dibina agar berkualitas dan tangguh berlandaskan fitrah dan kasih sayang. Seperti diperintahkan dalam al-Qur’an, “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar” (QS. an-Nisaa’ : 9).
Setiap orang tua harus menyadari amanah ini. Karena orang tualah yang bertanggungjawab terhadap pendidikan anak-anaknya. Orang tua memegang peran sentral dalam mengarahkan anak-anaknya. Caranya, orang tua dapat memilih guru atau sekolah untuk anak-anaknya dengan kriteria yang tepat. Misalnya, guru atau sekolah yang dipilih harus mampu membina anak-anak dengan berbagai disiplin ilmu atas dasar akidah, akhlak, dan ajaran Islam.
Untuk Cerdas Relijius:
“Didiklah anak-anakmu pada tiga perkara: mencintai Nabimu, mencintai ahli baitnya, dan membaca al-Qur’an” (HR. ath-Thabrani). Tiga hal yang diperintahkan Nabi untuk diajarkan kepada anak-anak kita terkait dengan puncak dan asas berbagai kecerdasan pada anak kita. Bisa jadi sebagian orang menyebut kecerdasan ini dengan kecerdasan spiritual atau kecerdasan relijius.
1. Teladani Nabi saw,
Memberikan teladan adalah metoda paling jitu dalam pendidikan anak. Karenanya memperkenalkan pribadi Nabi Muhammad saw sejak dini akan menjadi fondasi penting pembangunan akhlaq Islam pada anak-anak. Jadikanlah sosok Nabi itu hidup dalam benak mereka dan sangat mereka cintai. Tak ada pribadi yang lebih indah budi pekertinya daripada Nabi Muhammad. Dan engkau (Muhammad) sungguh berakhlaq mulia (QS. al Kalam:4).
Lalu apa yang pertama harus dilakukan oleh orang tua? Orang tua lah yang pertama kali harus belajar menteladani Nabi. Memperkenalkan dan memberi contoh anak dengan sifat dan tingkah laku yang baik sesuai dengan ajaran Nabi. Menceritakan kisah keteladanan dan perjalanan perjuangan para Rasul dalam menegakkan risalah ajaran Allah. (Alangkah lebih baik apabila para orang tua hafal kisah-kisah Rasul. Sehingga bisa menceritakannya dengan bahasa yang mudah dimengerti anak.)
Menghadirkan sosok manusia mulia Nabi Muhammad SAW dalam cerita sebelum tidur, akan sangat berpengaruh pada pembentukakan kepribadian anak. Dengan mengisahkan betapa beliau pribadi yang penyayang kepada sesama manusia, betapa beliau amat penyantun (hilm), betapa beliau pemberani dalam membela kebenaran, betapa beliau taat kepada Allah dengan tekun beribadah dll.
2. Teladani Keluarga Nabi,
Keluarga Nabi adalah istri dan anak-anak beliau dan juga menantu beliau yang shalih. Tidak diragukan merekalah orang-orang terdekat dengan Nabi. Mereka pulalah orang-orang yang paling mencintai Nabi dan berusaha melanjutkan perjuangan Nabi dalam menyebarkan ajaran Islam. Kisah tentang mereka pun akan menjadi inspirasi sangat berharga bagi anak-anak kita dalam meneladani Nabi. Mungkin kita mesti banyak menggali bagaimana Nabi ikut serta mendidik Hasan dan Husein, cucu beliau, yang bahkan kerap beliau anggap sebagai anak-anaknya sendiri. Tentu saja, kita pun mesti menggali kisah bagaimana Nabi dan Sayyidatinaa Khadijah mendidik putri-putri mereka di masa kecilnya, yang bisa kita fahami dari petikan kisah Fatimah az Zahra ra, putri beliau. Pada masa kecilnya Fatimah menyaksikan bagaimana ayahandanya gigih menda’wahkan Islam dan tidak sedikit mendapatkan tentangan keras dari orang-orang.
3. Tilawah Quran,
Tilawah ini sangat penting artinya dalam pendidikan. Tilawah menjadi salah satu tugas Nabi dalam mendidik manusia (QS. Ali Imran:164). Tilawah artinya membaca. Untuk kalangan yang tidak berbahasa Arab, tentu saja tilawah yang benar mesti disertai usaha untuk mengetahui apa arti bacaan al Quran dengan belajar tafsir Al Qur an.
Allah SWT secara khusus mengangkat dialog Luqman al-Hakim dengan anaknya pada surat Luqman. Nasihat Luqman ini merupakan model dialog yang amat kaya dengan pesan spiritual. Di dalamnya terdapat pesan orang tua kepada anaknya untuk:
1. Senantiasa bersyukur, berterima kasih kepada Allah atas segala karuniaNya;
2. Tidak mempersekutukan Allah dengan siapapun: ikhlas dalam beribadah;
3. Menghayati kasih sayang orang tua dan berterima kasih kepada mereka;
4. Mengingat akan adanya hari di mana perbuatan sekecil apapun akan mendapat ganjaran dari Allah, Yang Mahalembut dan Maha Melihat;
5. Menegakkan sholat dan menyuruh manusia berlaku benar dan mencegah mereka dari berbuat jahat (= konsep menegakkan kebenaran dalam diri dan menyeru orang lain);
6. Menghindari sikap sombong, perilaku angkuh dan berbangga-banggaan, karena hal ini tidak disukai Allah;
7. Bersikap sederhana dalam berjalan dan lemah lembut dalam bertutur kata (dua sikap sehari-hari yang menjadi cerminan keseluruhan karakter diri).
Jadi, perintah mengajarkan “tilawah” ini dapat kita maknai sebagai pengajaran nilai ajaran Islam sejak dini kepada anak-anak ini. Wa Allahu a’lam bish shawwab.
Di dalam Al Quran terdapat banyak ilmu yang telah Allah tunjukkan pada manusia. Dan kita diberikan oleh Allah masing-masing dengan kecerdasan yang beragam. Untuk itu orang tua pun harus paham terhadap kecerdasan dan karakter anak yang unik. Bagaimana cara kita mendidik dan membimbing mereka, tidak dengan cara yang benar-benar sama antara satu anak dengan yang lain. Bahkan dengan anak kembar pun tidak bisa diperlakukan sama.
Kita tidak bisa memaksakan anak untuk bisa matematika sementara minat dia ke bahasa atau imajinasi ruang. Adalah Dr. Howard Gardner (1983) yang mencetuskan 7 jenis kecerdasan dalam menjelaskan cakupan potensi manusia secara lebar –idenya dikenal dengan pengembangan multiple intelligence. Antara lain:
1. Cerdas Berbahasa, adalah kemampuan anak dalam mengutarakan maksud atau berkomunikasi tertentu secara tapat dan runtut. Pada anak-anak, ini diawali dengan kemampuan verbal. Semakin meningkat usia anak kemampuan komunikasi dalam bentuk tulisan akan meningkat. Orang tua mesti telaten membimbing agar cerdas dalam berbahasa.
2. Cerdas Berlogika dan Berhitung, adalah kemampuan anak dalam menalar sesuatu. Pada anak-anak ini misalnya dimulai dengan mengurutkan atau mengklasifikasikan sesuatu. Kemudian anak mulai mengenal banyak, sedikit dan mengenal jumlah. Termasuk dalam masalah logika juga, si anak mulai mengenal baik dan buruk dengan lebih tajam [hal ini menjadi salah satu kecerdasan relijius]. Hubungan sebab-akibat juga menjadi bagian kecerdasan ini.
3. Cerdas Berimajinasi Ruang (Spasial), adalah kemampuan anak untuk menggambarkan ruang tiga dimensi dalam benaknya. Keterampilan anak bermain lego (mainan 3 dimensi) atau kesukaan anak dengan acara-acara bermanfaat di televisi menjadi awal pengembangan keerdasan ini. Kesenangan menggambar atau bentuk visualisasi pada media komputer menjadi salah satu ciri kecerdasan spasial.
4. Cerdas Bernada dan Berirama (Musik), adalah kemampuan anak untuk mengenal harmoni nada dan ketukan (ritme) lagu. Anak dengan potensi musikal ini nampak sangat senang dengan lagu atau musik dan dengan cepat dapat mengikuti lagu-lagu yang baru.
5. Cerdas Bergerak (Mengatur Tubuh), adalah kemampuan anak untuk menggerakan tubuhnya dengan serasi. Anak-anak dengan kecerdasan ini nampak pada kegemarannya dengan olah raga, misalnya menari, bela diri, berenang, bulutangkis atau sepak bola. Permainan-permainan di taman kanak-kanak banyak diciptakan untuk membuat badan terlatih dengan gerakan-gerakan yang sulit.
6. Cerdas Berinteraksi Sosial (Interpersonal), kecerdasan ini nampak pada anak pada saat berinteraksi dengan kawan-kawannya. Bagi orang beriman, kemampuan bersosial sangat erat dengan kecerdasan relijius, sebab agama mengajarkan untuk berbuat baik dan saling menolong dengan sesama manusia. Sifat mudah diterima dan bahkan disenangi teman-teman menjadi salah satu parameter awal untuk mengukur kecerdasan ini.Sesungguhnya anak akan melihat bagaimana orang tua mereka bersikap terhadap masyarakatnya. Anak yang penyantun dan dermawan akan sangat mungkin muncul dari keluarga yang penyantun dan dermawan. Anak yang ramah dan mudah bergaul akan sangat mungkin lahir di keluarga yang juga ramah dan mudah bergaul di masyarakatnya.
7. Cerdas Berkontemplasi dan Membaca Diri (Intrapersonal), adalah kecerdasan seorang anak dalam memahami kondisi jiwanya. Kecerdasan jenis ini mungkin termasuk yang sulit diukur pada anak. Akan tetapi kecerdasan membaca diri membuat seorang anak lebih tenang dalam menghadapi masalah. Rasa self confidence-nya terbangun dengan baik.
Perhatikanlah ketika anak kita sedang menghadapi masalah. Seorang anak umumnya akan meledak emosinya. Apakah dengan menangis atau dengan marah-marah. Kondisi seperti sebetulnya kondisi di mana anak confuse dengan gejolak emosinya. Sebagai orang tua kita harus membimbing anak pada saat-saat seperti itu. Caranya dengan menenangkan gejolak emosinya, memintanya mengutarakan permasalahan yang tengah dihadapi dan kemudian membantunya memecahkan masalah itu lewat dialog.
Maka, marilah kita mencoba untuk lebih memahami dan mengerti anak dengan banyak belajar dan membaca. Mengarahkan dan membimbing anak-anak kita dengan penuh kesabaran, keikhlasan dan suka cita. Menularkan keceriaan dan kebahagiaan kepada anak-anak kita dengan kasih sayang. InsyaAllah anak akan lebih mudah diarahkan bila mereka dididik dengan penuh kesabaran, kasih sayang dan keikhlasan. Teruslah berdoa demi kebaikan anak-anak kita, menjadikannya hamba yang mencintai dan dicintai Allah SWT. Semoga mereka menjadi tunas-tunas yang berkualitas dan tetap menjadi umat yang kuat sepeninggal kita nanti. Amin.

 

2 Komentar

What Women Want

Karena wanita ingin di mengerti
Lewat tutur lembut dan laku agung
Karena wanita ingin di mengerti
Manjakan dia dengan kasih sayang
Ya, karena wanita ingin dimengerti. Sepenggal lirik lagu dari Ada Band mengusik telingaku. Sayup-sayup memang terdengar tapi cukup dalam untuk direnungkan.
Karena ternyata untuk megerti wanita itu tidaklah sulit. Dan wanita bukanlah makhluk yang rumit. Setiap wanita pastilah mendambakan pasangan yang shalih. Apalagi jika ditambah dengan sifat romantis, penyayang, penyabar, ringan tangan dan perhatian, tentu makin diimpikan (karena sangat langka dan semakin susah didapatkan). Ada yang beruntung mendapat suami penyabar,tapi kurang perhatian. Ada yang suaminya ahli ilmu dan rajin ibadah, sayang pemarah dan kurang sabaran, dan seribu satu macam kasus lainnya.
So, apa sih yang diinginkan wanita? Sebagaimana fitrahnya, wanita adalah makhluk perasa, dia lebih dominan dalam menggunakan perasaan daripada akalnya. Hal ini menuntut konsekuensi lebih bagi suami, untuk lebih dapat mengontrol semua ucapan dan tingkah laku di hadapan istrinya.
Sebagai contoh kecil, bila seorang istri yang bertanya, “Mas, gimana masakan saya?” Jika memang enak, mudah saja bagi suami untuk berkata bahwa rasanya enak, habis perkara. Tapi tidak sesederhana itu bagi sang istri. Bagaimana sikap, mimik wajah serta intonasi suara suami saat menjawab, akan sangat mempengaruhi bagaimana perasaannya dalam menyikapi dan ‘membalas’ jawaban suami tersebut. Antara jawaban datar, “Enak”, atau ditambah pujian “Enak banget, seneng aku punya istri pinter masak,” atau seakan-akan memuji, padahal menyindir, “Wah,enak banget, beli dimana?” tentu masing-masing punya efek berbeda di hati sang istri. Jawaban pertama biasa saja, kedua bisa membuatnya bahagia dan berbunga-bunga, yang ketiga, pasti melukai hatinya.
Tak perlu berlebihan, sekedar membantu mengangkat jemuran, meski hanya sesekali, atau sedikit memuji, menanyakan keadaannya meski tak tiap hari, sudah lebih dari cukup sebagai penyegar batin sang istri yang sangat rentan terhadap kejenuhan, kelelahan, dan bahkan frustasi menjalani rutinitasnya sebagai istri sekaligus ibu rumah tangga.
Sungguh tidak menyenangkan bagi seorang istri yang sudah capek dan repot mengurus pekerjaan rumah, tiap hari hanya dicuekin suami, dianggap bahwa itu adalah tugas dan kewajibannya sebagai seorang istri. Bisa jadi hatinya terluka karena merasa tidak dihargai dan diperhatikan. Melayani suami dan keluarga adalah memang tugas istri, tapi rutinitas yang tinggi dan kejenuhan yang merayap diam-diam akan mengikis rasa cinta dan pengabdianya kepada keluarga, apabila tidak diimbangai dengan penghargaan dan motivasi dari luar dirinya. Jika selalu perlakuan yang demikian tiap hari, perasaan lelah dan terabaikan terakumulasi menjadi bibit-bibit kebencian dan prasangka buruk, jangan-jangan suami sudah tidak peduli lagi dengan cinta, pengabdian dan pengorbanannya selama ini? Bila prasangka dan luka hati itu sudah mengendap di hati istri, jangan berharap ia mau bersusah-susah untuk melakukan semuanya dengan ikhlas. Dia akan melakukan seperti perlakuan apa yang dia dapatkan.
Akhir dari kurangnya perhatian dan penghargaan dari salah satu pihak ini bisa berakibat fatal. Dari beberapa analisa munculnya kasus perselingkuhan, pemicunya banyak disebabkan karena tidak adanya komunikasi efektif antara suami istri, egoisme yang diperturutkan, dan dominasi dari satu pihak terhadap pihak lain. Penemuan Debbie Layton-Tholl tentang penyebab perselingkuhan dan perceraian, dari sepuluh faktor yang dikemukakan hampir 80 % disebabkan faktor non-materi, atau gagalnya suami istri membangun rasa saling percaya, tidak saling menghargai, yang berakhir pada memudarnya rasa saling setia.
Karena itu, sebuah keluarga akan mengalami banyak masalah bila suami atau istri terlalu gengsi dan egois untuk memberikan perhatian dan penghargaan pada pasangannya. Jelas, lingkup perhatian di sini bukan hanya dari segi materi dan kebutuhan hidup sehari-hari, di dalamnya tercakup pula perhatian secara kejiwaan baik berupa ungkapan kasih sayang, pujian yang tulus, ataupun saling membantu menyelesaikan suatu pekerjaan.
Sebagai seorang wanita, sebenarnya yang diinginkan wanita itu tidak neko-neko alias sederhana:
1. Peduli pada penampilan dan kebersihan dirinya
Kebanyakan suami menghabiskan waktu untuk mencari nafkah. Sebagian besar dari mereka biasanya bekerja diluaran. Hal ini mungkin yang membuat para suami cenderung kurang fokus pada penampilan mereka, terutama saat bersama istri di rumah. Mungkin para suami sering mempermasalahkan daster yang sudah pudar warnanya dengan beberapa ventilasi yang dipakai istrinya ketika di rumah. Tetapi tahukah suami bahwa para istri juga sering mengeluhkan sarung atau celana pendek dan kaos oblong (yang sama-sama pudar warnanya) yang mendominasi penampilan para bapak di rumah? Seperti halnya para suami yang ingin istrinya tampil cantik untuknya maka para istri pun sama yaitu ingin suaminya tampil tampan dan bersih untuk mereka. Bukankah Nabi Muhammad SAW juga selalu menggunakan siwak jika pulang ke rumah dan beliau menyukai wangi-wangian.
2. Memanggil istri dengan panggilan kesayangan.
Istri sebagai wanita sangat menyukai bila mendapat perhatian dari suami. Salah satu cara real yang bisa dilakukan suami adalah menggunakan panggilan kesayangan untuk istri yang tentu saja harus dia sukai dan jangan menggunakan nama panggilan yang bisa melukai perasaan. Tapi terkadang suami gengsi untuk memanggil istrinya dengan panggilan indah. Mereka lebih menyukai memanggil istrinya dengan panggilan yang aneh, yang pada awalnya hanya berupa ‘guyonan’. Tapi kalau keseringan terucap akan sangat melukai hatinya. Karena wanita lebih mengandalkan mood dan perasaannya. Bukankah Nabi Muhammad SAW juga memberi nama kesayangan untuk istri-istrinya?
3. Tidak menunda untuk memberikan perhatian.
Diharapkan kepada para suami untuk tidak cuek terhadap istrinya, dan membiarkan istrinya seharian penuh bergelut dengan rutinitas dan kebosanan dan hanya memberi perhatian ketika istrinya meminta atau bahkan saat istri sudah menangis. Mencintai anak adalah naluri setiap orang tua. Tapi jika menunjukkan kasih sayang dan perhatian hanya pada anak adalah tidak adil. Anak akan mencari kehidupan mereka sendiri ketika mereka beranjak dewasa. Tapi dengan pasangan? Kita akan menghabiskan the rest of our life dengan mereka. So, mulailah memberi perhatian kepada istri.
4. Bersabar menanggapi kekurangan istri.
Seperti itulah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW ketika beliau melihat sesuatu yang tidak cocok pada istri-istrinya, beliau akan menanggapinya dengan tersenyum dan bersabar dan mencoba untuk diam dan tidak mengeluarkan komentar.
5. Tersenyum dengan tulus untuk istri.
Senyum adalah yang sangat sederhana namun membawa pengaruh besar dalam kebahagiaan rumah tangga. Maka tidak ada salahnya jika suami merajinkan diri untuk tersenyum di depan istri dengan senyuman kasih sayang yang tulus.
6. Meminta maaf dan berterima kasih atas kebaikan yang telah dilakukan istri.

Sebenarnya sangat mudah dilakukan, tapi hal ini sering kali dilewatkan oleh para suami (gengsi mungkin). Mengucapkan kata ” terimakasih” berarti secara tidak langsung seorang suami merasa sangat menghargai dan istri akan merasa sangat dihargai atas semua hal yang telah dilakukannya.
7. Menanyakan hal hal yang menyenangkan istri
Menyenangkan istri? kenapa tidak. Wanita suka sekali dimanjakan, dan dari pada suami menebak sendiri apa yang bisa menyenangkan istri, lebih baik tanyakan langsung kepadanya, sebagi bukti keperdulian dan kasih sayang dan perhatian.
8. Peduli pada apa yang diharapkan istri.
Nabi Muhammad SAW mencontohkan ketika Safiyyah RA menangis karena beliau menempatkan dia di onta yang lambat jalannya. Lalu beliau sapu air matanya, menghibur dia dan membawakan onta untuknya.Beliau selalu membuat istri istrinya nyaman. Seorang istri sangat mengharapkan suami yang bersemangat ketika istri mereka meminta sesuatu. Dan semoga para suami tidak sungkan-sungkan untuk membelai punggung istrinya, setelah seharian mengurus rumah, sambil bertukar cerita tentang pengalaman ketika seharian berpisah. Perlu juga bersikap romatis dengan menyatakan kerinduan dan cintanya pada sang istri. Murah dan membuat istri semakin nyaman dan ikhlas melayani suami dan keluarga.
9. Bercanda dan bermain dengan istri
Nabi Muhammad SAW pernah melakukan balap lari dengan Siti Aisyah RA di gurun. mungkin ada kalanya suami harus bertanya pada diri sendiri, kapan terakhir kali bercanda dan bermain dengan istri kita seperti halnya yang pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.
10. “Sebaik-baik di antara kamu adalah yang paling baik pada keluarganya dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku.”
Begitulah nasehat yang diberikan Nabi Muhammad SAW. Istri menginginginkan suami yang lembut saat bersama, tak perduli seberapa kuatnya suami diluaran. Dan untuk para suami, Cobalah selalu menjadi yang terbaik.
(dari beberapa sumber)